PALI, SUMATERA SELATAN – Keluhan dan kekhawatiran mendalam kini tengah dirasakan oleh warga Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pasalnya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Field Adera Pengabuan diduga telah mengabaikan keselamatan warga setempat terkait adanya kebocoran minyak dan gas (migas) yang merembes ke permukaan jalan umum.
Peristiwa yang terpantau pada Rabu (10/6/2026) ini berlokasi tepat di sekitar Stasiun Tiga, wilayah Desa Betung. Rembesan material migas yang keluar dari sumur bor tersebut dilaporkan telah meluap hingga membasahi akses jalan yang saban hari digunakan warga untuk beraktivitas dan lalu lalang.
Kronologi dan Kondisi di Lapangan
Menurut laporan dari warga dan pengguna jalan di lokasi, rembesan cairan hitam menyerupai minyak mentah disertai aroma gas yang menyengat mulai terlihat mengalir dari area sumur bor milik Pertamina Field Adera. Luapan ini tidak hanya mencemari tanah di sekitarnya, tetapi juga mulai menggenangi sebagian badan jalan utama.
Kondisi ini dinilai sangat membahayakan karena beberapa faktor krusial:
Jalur Utama Aktivitas Warga: Jalan tersebut merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat Desa Betung dan sekitarnya untuk pergi ke kebun, sekolah, dan membawa hasil bumi.
Risiko Kecelakaan: Permukaan jalan yang tergenang cairan minyak menjadi sangat licin, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Potensi Kebakaran: Mengingat material yang keluar adalah fluda migas yang mudah terbakar, adanya percikan api sekecil apa pun dari kendaraan warga yang melintas dikhawatirkan dapat memicu ledakan atau kebakaran besar.
Warga Kecewa, Pertamina Dinilai Lamban dan Abaikan Keselamatan
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengecam keras lambannya respons dari pihak manajemen Pertamina Field Adera Pengabuan. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya upaya lokalisir area yang maksimal atau pemasangan rambu peringatan bahaya yang memadai di sepanjang jalan terdampak.
"Kami sangat menyayangkan sikap Pertamina. Ini menyangkut nyawa dan keselamatan orang banyak yang tiap hari lewat sini. Jangan tunggu ada korban jiwa atau kebakaran besar baru mereka sibuk bertindak. Kebocoran ini harusnya segera ditangani, bukan dibiarkan merembes ke jalan," ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Masyarakat menilai pihak perusahaan terkesan menutup mata dan mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja (Health, Safety, Security, and Environment - HSSE), terutama dampak eksternal terhadap lingkungan sosial sekitar wilayah kerja perusahaan.
Tuntutan Masyarakat Desa Betung
Menyikapi ancaman bahaya yang terus mengintai, masyarakat Desa Betung dan pihak pemerintah desa setempat mendesak agar:
Penanganan Darurat Segera: Pihak Pertamina Field Adera segera menghentikan sumber rembesan dan membersihkan sisa-sisa migas yang telah mencemari jalan.
Jaminan Keselamatan: Perusahaan wajib memasang barikade pengaman dan menyiagakan tim HSSE di lokasi untuk memastikan tidak ada aktivitas warga yang memicu bahaya kebakaran selama proses perbaikan.
Transparansi dan Ganti Rugi: Jika rembesan ini merusak lahan pertanian atau kebun warga sekitar, Pertamina harus bertanggung jawab memberikan kompensasi yang sesuai.
Hingga saat ini, awak media masih berusaha menghubungi pihak hubungan masyarakat (Humas) atau manajemen Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Field Adera untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi resmi terkait langkah penanggulangan yang akan diambil atas insiden nantinya di Stasiun Tiga Desa Betung ini.











Komentar
Tuliskan Komentar Anda!