PRAMBATAN, PALI – Warga Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Servo Lintas Raya (Titan Group) yang menyalurkan bantuan sembako sebagai bentuk kompensasi atas perlintasan jalan angkutan batu bara menuju dermaga (port) di wilayah mereka.
Namun, penerimaan bantuan tersebut diwarnai kekecewaan mendalam dari warga setempat terkait kualitas komoditas yang dibagikan.
Paket sembako yang disalurkan ke masyarakat meliputi:
- Beras Cap Manggis kemasan 5 kg
- Minyak goreng merek Rizki
- Mie instan (Mie Sedaap) kurang lebih 5 bungkus
- Satu kaleng sarden
- Gula pasir kurang lebih ½ kg
Keluhan utama warga tertuju pada kualitas Beras Cap Manggis. Salah seorang warga Desa Prambatan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mutu beras yang diterima sangat memprihatinkan dan diduga berada di bawah standar kualitas beras BULOG.
"Secara kuantitas kami berterima kasih, tetapi kualitas berasnya sangat tidak layak untuk konsumsi harian. Beras tersebut diduga kuat merupakan beras lemucut (sisa olahan/limbah pabrik) yang lebih cocok untuk pakan ternak seperti ayam," ujar warga tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi gangguan kesehatan pencernaan bagi warga yang mengonsumsinya.
Masyarakat Desa Prambatan mendesak Dinas Perdagangan dan instansi terkait, baik di level Pemerintah Kabupaten PALI maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, untuk segera turun ke lapangan melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) serta pengujian mutu terhadap peredaran Beras Cap Manggis demi melindungi kesehatan masyarakat.













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!